Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

RUANG LINGKUP EKONOMI


DEFINISI DAN METOLOGI EKONOMI


Latar belakang masalah
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Biasanya kegiatan ekonomi ini terjadi pada suatu pasar karena ada pertukaran jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli,Tukar menukar barang dengan uang. Konsep ekonomi ini banyak diterapkan oleh kalangan rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Kebutuhan ekonomi meliputi barang dan jasa, barang adalah adalah alat/sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bersifat konkret, sedangkan jasa adalah alat/sarana pemuas kebutuhan manusia yang bersifatabstrak. Manusia sangat membutuhkan barang dan jasa tersebut, apabila barang dan jasa tersebut tidak ada maka manusia tidak akan bertahan hidup karena barang dan jasa merupakan kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh manusia.
Definisi ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.
Beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain:

* Faktor Ekonomi
* Faktor Lingkungan Sosial Budaya
* Faktor Fisik
* Faktor Pendidikan
Tindakan , Motif , dan Prinsip Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :

* Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
* Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.

Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:

* Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas kemauan sendiri.
* Motif ekstrinsik, disebut sebagi suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas dorongan orang lain.

Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi:

* Motif memenuhi kebutuhan
* Motif memperoleh keuntungan
* Motif memperoleh penghargaan
* Motif memperoleh kekuasaan
* Motif sosial / menolong sesama

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal.
Metodologi Ekonomi
Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

kesimpulan
Kegiatan ekonomi sangat diperlukan dalam kegiatan rumah tanggaterkadang banyak orang-orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi untuk keluarganya alangkah baiknya apabila kita dapat saling berbagi. Semoga makalan penulisan yang saya buat ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Saran
Selalu berusaha agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga kita walau terkadang kebutuhan ekonomi di zaman sekarang harganya semakin tinggi tapi dengan usaha pastinya kebutuhan untuk keluarga kita dapat terpenuhi.

Masalah Ekonomi Bagi Produsen

Masalah pokoknya adalah masa kelangkaan atau  kekurangan  sebagai akibat dari  ketidak  seimbangnya  antara  kebutuhan  masyarakat  yang  relatif  tidak  terbatas dengan  faktor-faktor produksi yang  tersedia dalam masyarakat yang  relatif  terbatas.
Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai  jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan.
  1. Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi (what to produce),Karena sumber daya terbatas sementara kebutuhan tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat  dapat diproduksi. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi. Ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
  2. Menentukan cara barang diproduksi (how to produce) 
    Metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, diperlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.
  3. Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi (to whom) ,
    Salah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan  adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masing-masing .
Masalah Ekonomi Bagi Konsumen
Kebutuhan hidup manusia itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.
Pokok persoalannya adalah: bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam.


DAFTAR PUSTAKA
http://broncu.blogspot.com/2010/03/ruang-lingkup-ekonomi.htmlhttp://mochinolove.blogspot.com/2011/05/metologi-ekonomi.html
http://faiza-ulfa.blogspot.com/2012/03/definisi-dan-metologi-ekonomi.html



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


KETERLEKATAN PERILAKU EKONOMI DALAM HUBUNGAN SOSIAL


KONSEP KETERLEKATAN
Konsep ini digunakan untuk menjelaskan fenomena perilaku ekonomi dalam hubungan sosial. Konsep keterlekatan, menurut Granovetter, merupakan tindakan ekonomi yang disituasikan secara sosial dan melekat dalam jaringan sosial personal yang sedang berlangsung di antara para aktor. Ini tidak hanya terbatas terhadap tindakan aktor individual sendiri tetapi juga mencakup perilaku ekonomi yang lebih luas, seperti penetapan harga dan institusi-institusi ekonomi, yang semuanya terpendam dalam suatu jaringan hubungan sosial. Adapun yang dimaksudkan jaringan hubungan sosial ialah sebagai “Suatu rangkaian hubungan yang teratur atau hubungan sosial yang sama di antara individu-individu atau kelompok-kelompok.”
Cara seorang terlekat dalam jaringan hubungan sosial adalah penting dalam penentuan banyaknya tindakan sosial dan jumlah dari hasil institusional. Misalnya, apa yang terjadi dalam produksi, distribusi dan konsumsi sangat banyak dipengaruhi oleh keterlekatan orang dalam hubungan sosial.
KETERLEKATAN EKONOMI DALAM MASYARAKAT MODERN
Menurut Polanyi dan kawan-kawan ([1957]1971:43,68) ekonomi dalam masyarakat pra-industri melekat dalam institusi-institusi sosial,politik, dan agama. Ini berarti bahwa fenomena seperti perdagangan, uang dan pasar diilhami tujuan selain dari mencari keuntungan. Kehidupan ekonomi dalam masyarakat pra-industri diatur oleh resiprositas dan redistribusi.
Permintaan dan penawaran bukan sebagai pembentuk harga tetapi lebih kepada tradisi atau otoritas politik. Sebaliknya dalam masyarakat modern, “Pasar yang menetapkan harga” diatur oleh suatu logika baru, yaitu logika yang menyatakan bahwa tindakan ekonomi tidak mesti melekat dalam masyrakat. Dengan kata lain, ekonomi terstrukturatas dasar pasar yang mengatur dirinya sendiri dan secara radikal melepaskan dirinya dari institusi sosial lainnya untuk berfungsi menurut hukumnya. Jadi ekonomi dalam tipe masyarakat seperti ini, ditegaskan sekali lagi, diatur oleh harga pasar, yang mana manusia berperilaku dalam suatu cara tertentu untuk mencapai perolehan yang maksimum.
Dalam membahas keterlekatan ekonomi dalam masyarakat. Poanya mengajukan tiga tipe proses ekonomi yaitu resiprositas, redistribusi, dan pertukaran. Itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara individu-individu sering dilakukan. Hal ini terjadi karena adanya komunitas politik yang terpusat. Misalnya pada kerajaan-kerajaan Jawa tradisional, raja mempunyai hak untuk mengumpulkan pajak dari rakyatnya. Sebaliknya rakyat akan mendapat perlindungan keamanan maupun “berkah” dari pusat(raja). Acara sekatenan yang diadakan sekali setahun merupakan satu contoh redistribusi yang dilakukan oleh pusat.
Granovetter dan Swedberg (1992) tidak setuju dengan Polanyi tentang tingkat atau derajat dari keterlekatan. Dia menegaskan bahwa tindakan ekonomi dalam masyarakat industri juga melekat sebagaimana yang terjadi dalam masyarakat pra-industri, dengan tingkat dan level yang berbeda.
Behavoiur (1976), mulai dengan beberapa unit perilaku atau aktor yang diasumsikan “berperilaku rasional” . Berperilaku rasional berarti memaksimalkan keajengan perilaku yang diantisipasi atau diharapkan akan membawa imbalan atau hasil di masa akan datang.
Dalam hal ini rasional berarti :
  • Aktor melakukan perhitungan dari pemanfaatan atau preferensi dalam pemilihan suatu bentuk tindakan.
  • Aktor juga menghitung biaya bagi setiap jalur perilaku.
  • Aktor berusaha memaksimalkan pemanfaatan untuk mencapai pilihan tertentu.
Menurut Granovetter (1989), pendekatan pilihan rasional adalah bentuk ekstrem dari indivudualisme metodologis yang mencoba meletakkan suatu superstruktur yang luas diatas fundamen yang sempit, karena pendekatan pilihan rasional tidak memperhatikan secara serius pentingnya struktur jaringan sosial dan bagaimana struktur ini mempengaruhi hasil secara keseluruhan.
KETERLEKATAN VERSUS PILIHAN RASIONAL
Behaviour (1976), mulai dengan beberapa unit perilaku atau aktor yang diasumsikan “ber[erilaku rasional “. Berperilaku rasional” berarti memaksimalkan keajegan perilaku yang diantisipasi atau diharapkan akan emmbawa imbalan atau hasil di masa akan datang. Dalam hal ini rasional berararti:
v Aktor melakukan perhitungan dari pemanfaatan atau preferensi dalam pemilihan suatu bentuk tindakan.
v Aktor juga menghitung ibiaya bagi setiap jalur perilaku.
v Aktor bersuaha memaksimalkan pemanfaatan untuk mencapai pilihan tertentu.
KETERLEKATAN VERSUS EKONOMI INSITUSI BARU
Ekonomi Institusi Baru (EIB) berasal dari perluasan analisis ekonomi dalam rangka memasukkan institusi-institusi sosial ke dalam cakupan perhatian. Beberapa kepercayaan umum yang dimiliki oleh teoritisi Ekonomi Instituisi Baru adalah :
ü Arus utama ekonomi harus berhubungan dengan institusi-institusi.
ü Analisis insttitusi-institusi yang selama ini terabaikan dapat dilakukan secara langsung atas dasar prinsip-prinsip ekonomi neo-klasik.
Menurut Granovetter dan Swedberg (1992) teoretisi EIB merupakan suatu kumpulan ekonom yang heterogen.
Lebih lanjut Granovetter menegaskan bahwa institusi tidak dapat dijelakan pada prinsip-prinsip ekonomi neoklasik, khususnya efisiensi; instituisi yang ada akan lebih tepat bila dipandang sebagai konstruksi sosial atas kenyataan. Dengan demikian, insituisi ekonomi, dikonstruksi dengan mobilisasi sumber-sumber melalui jaringan sosial; dan dibangun dengan pertimbangan latar belakang masyarakat,politik, pasar, dan teknologi.
PENERAPAN KONSEP KETERLEKATAN
Dalam perilaku ekonomi tersebut melekat konsep kepercayaan (trust). Kepercayaan merupakan institusi sosial yang berakar dari hasil evolusi kekuatan-kekuatan politik,sosial,sejarah dan hukum, dipandang sebagai solusi yang efisien terhadap fenomena ekonomi tertentu.
Sebaliknya pendekatan aktor yang lebih tersosialisasi memandang bahwa kepercayaan merupakan moralitas umum dalam perilaku ekonomi. Moralitas tersebut dipandang sesuatu yang umum dan universal terjadi dalam perilaku ekonomi.
Kedua pendekatan tersebut diatas mengabaikan identitas dan hubungan masa lampau para aktor yang terlibat dalam suatu interaksi sosial. Oleh karena itu pendekatan sosiologi ekonomi baru atau sering juga disebut pendekatan “keterlekatan” mengajukan pandangan yang lebih dinamis, yaitu bahwa kepercayaan tidak mucul dengan seketika tetapi terbit dari proses hubungan antar pribadi dari aktor-aktor yang sudah lama terlibat dalam perilaku ekonomi secara bersama.
JARINGAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN EKONOMI
Bagi sosiolog studi tentang jaringan sosial telah dikenal sejak 1960-an, yang dihubungkan dengan bagaimana individu terkait antara satu dengan lainnya dan bagaimana ikatan afiliasi melayani baik sebagai pelicin untuk memperoleh sesuatu yang dikerjakan maupun sebagai perkeat yang memberikan tatanan dan makna pada kehidupan sosial.Pada tingkatan antar individu, jaringan sosial dapat dedefenisikan sebagai rangkaian hubungan yang khas diantara sejumlah orang dengan sifat tambahan, yang ciri-ciri dari hubungan ini sebagai ini sebagai keseluruhan, yang digunakan untuk menginterpretasikan tingkah laku sosial dari individu-individu yang terlibat.
Berdasarkan literatur yang berkembang, Powell dan Smith Doerr (1994) mengajukan dua pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami jaringan sosial, yaitu pendekatan analisis atau abstrak dan pendekatan preskriptif atau studi kasus. Pendekatan analisis terhadap jaringan sosial menekankan analisis abstrak pada :
a. Pola Informal dalam organisasi, pada dasarnya area ini memiliki kerangka pemikiran yaitu hubungan informal sebagai pusat kehidupan politik organisasi-organisasi.
b. Jaringan juga memperhatikan tentang bagaimana lingkungan di dalam organisasi dikonstruksi.
c. Sebagai suatu alat penelitian formal untuk menganalis kekuasaan dan otonomi.
Pendekatan preskriptif memandang jaringan sosial sebagai pengaturan logika atau sebagai suatu cara menggerakkan hubungan-hubungan di antara para aktor ekonomi. Pendekatan ini cenderung untuk melihat motif yang berbeda dalam kehidupan ekonomi seperti analisis jaringan sosial dalam pasar tenaga kerja,etika bisnis, dan organisasi dari kelompok bisnis.
Persamaan antara pendekatan analitis dan pendekatan preskriptif didsarkan atas kerangka kerja konseptual dari :
v Keterlekatan, resiprositas dan koneksi.
v Pemakain bahasa dan model tindakan.
Baik pendekatan analitis maupun pendekatan preskriptif mempunyai keterbatasan. Keadaan tersebut menyebabkan kedua pendekatan tersebut tidak mampu melihat keseluruhan struktur atau bentuk dan isi jaringan sosial secara mendalam. Sebaliknya, pendekatan yang berorientasi abstrak sering terlalu sedikit memberi perhatian pada substansi.
Dalam melakukan penelitian tentang jaringan sosial, terdapat empat bidang penelitian yang dapat dikerjakan oleh sosiolog.
1. JARINGAN INFORMAL DARI AKSES DAN KESEMPATAN
Pada Bidang ini penelitian yang telah dilakukan difokuskan pada penggunaan jaringan sosial dalam pekerjaan : moblisasi dan difusi.Jaringan sosial memudahkan mobilisasi sumber daya.Mempertahankan seseorang untuk memegang suatu jabatan atau membangun usaha bisnis, membutuhkan suatu kemampuan untuk mengerakkan sumber daya dalam bentuk informasi dan finansial.Jaringan komunikasi memainkan peranan penting dalam penyebaran model, struktur, praktek dan budaya bisnis.
2. JARINGAN FORMAL PENGARUH DAN KEKUASAAN
Bagian ini menggunakan pendekatan analitis untuk menjelaskan kekuasaan aktor-aktor ekonomi. (Mintz dan Scwartz,1985;Burt,1992;Mizruchi,1992). Kubu pemikiran ini mempercayai bahwa “Kekuasaan melekat secara situasional, ia bersifat dinamis dan tidak stabil secara potensial.” Sementara itu menurut Powell dan Smith-Doerr, kekuasaan itu sendiri didefenisikan sebagai otoritas formal, pengaruh formal, dan dominasi . Analisis jaringan sosial tentang kekuasaan terdiri dari legitimasi, informasi dan kekuatan. Kekuasaan berada dalam posisi struktural.
Dalam memahami jaringan sosial dalam kekuasaan dapat didekati dengan tiga perspektif, yaitu pertukaran sosial,ketergantungan sumber daya, dan kelas sosial.
3. Organisasi sebagai jaringan sosial dari perjanjian
Analisis jaringan organisasi didasarkan atas organisasi formal dan organisasi informal. Menurut Dalton (1959:219) formal berarti sesuatu yang direncanakan dan disetujui atasnya sedangkan informal berarti ikatan-ikatan yang spontan dan fleksibel di antara anggota-anggota yang dituntun oleh perasaan-perasaan dan kepentingan pribadi yang tidak dapt dipertahankan oleh kegiatan formal. Organisasi formal biasanya mempunyai struktur hirearkis, dihubungkan secara mendalam dengan jaringan yang lebih luas, sedangkan jaringan informal dapat tidak memihak dan menembus batas struktur yang hirearkis. Jaringan memberikan suatu cara bagi perusahaan besar untuk mengamankan taruhannya dalam menghadapi ketidakpastian dan hambatan pasar.
4. Jaringan Sosial dari Produksi
Seperti juga jaringan lain, pada jaringan sosial dari produksi memandang penting arti dari suatu kepercayaan (trust). Misalnya dalam suatu proses monitoring kegiatan produksi maka akan lebih mudah dan lebih alami serta sangat efektif apabila dilakukan oleh teman sejawat dibandingkan atasan.
Powell dan Smith-Doerr (1994) mengajukan empat tipe jaringan produksi secara bersama, yaitu regional, penelitian dan pengembangan, kelompok bisnis, aliansi strategis dan produksi bersama.
Tipe penelitian dan pengembangan merupakan jaringan sosial dari produksi yang berlandaskan atas kerja sama ilmiah. Jaringan sosial dari produksi yang bertipe kelompok bisnis digerakkan oleh ikatan antar organisasi yang horizontal dan relatif egaliter berkombinasi dengan hubungan vertikal yang lebih hirearkis, dengan landasan otoritas dan kebijakan.
Alisansi strategis dan produksi bersama merupakan jaringan produksi yang lebih bersifat formal, karena dibentuk atas persetujuan bersama untuk bekerja sama yang jangka waktunya relatif pendek.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FASHION

GISCHA'S COLLECTION

Butik Tas Wanita berpusat di Kota Jakarta. Kami menyediakan beragam tas dan dompet wanita yang berkualitas dan terjangkau. Pelayanan kami hanya online atas dasar saling percaya. Pelanggan kami berasal dari berbagai wilayah seperti Batam, Lampung, Jawa, Bali, Kalimantan Timur, & Sulawesi Kami melayani penjualan retail maupun reseller. Informasi lebih lanjut melalui BBM PIN 291AA6A2 atau no HP 081381342470 bisa juga add mention ke twiiter kami @ichaamoii

Webe Jco 350rb


Burberry Cervo 100781 41x29x11 Set(400rb.jpg

Burberry 2 in 1 '6538 30x12x28 Set Dompet 1 sleting 440rb

FASHION 7080 Y008 325rb

Coach 0122 Brown ( 30x10x28 ) SET 490rb NO SET 390rb

Burberry KD seri 280 @350rb uk.32x25cm



Bottega Veneta 0988 Semi Super 35x17x27, set dpt, 340rb

Burberry 2013 (280rb) bonus dompet bunga 38x12x27

Chloe 2tone kualitas super bahan glossy tebal uk 27x28x13 +dompet bunga, 340rb


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS